Sabtu, 28 Desember 2013
Trip
Terkadang bangun pagi di hari libur
adalah hal yang jarang sekali terjadi. Seperti pagi ini. Pagi ini suasana rumah
begitu ricuh. Ibu sibuk menyetrika pakaian sambil berteriak memanggil Romi
untuk segera mandi. Kakak perempuanku yang terkena depresi berat hanya
terbaring di atas tempat tidurnya. Namun sewaktu – waktu, dia tidak ingin kalah
dengan suara ibu dengan meraung – raung sekerasnya. Dan bisa kutebak, ibu pasti
akan memanggil namaku.
Kamis, 26 Desember 2013
Selalu Untukmu
Menari penaku di atas kertas
Merangkai kata untuk sang prabu
Yang kan selalu kucintai
Hingga hembusan terakhir nafasku
Cintaku padamu takkan pernah sirna
Walau rintangan kian menggoda
Dengan iringan nyanyian syahdu
Kan kujaga tanpa jemu dan ragu
Ku kan selalu menghadirkan rindumu
Sampai ku larut dalam mimpiku
Membuaiku dalam angan kalbu
Hanyutkanku dalam alunan lagu
Merangkai kata untuk sang prabu
Yang kan selalu kucintai
Hingga hembusan terakhir nafasku
Cintaku padamu takkan pernah sirna
Walau rintangan kian menggoda
Dengan iringan nyanyian syahdu
Kan kujaga tanpa jemu dan ragu
Ku kan selalu menghadirkan rindumu
Sampai ku larut dalam mimpiku
Membuaiku dalam angan kalbu
Hanyutkanku dalam alunan lagu
Tanpa Judul
Sang pujangga pun lelah akan keagungannya
Jubah kebesaran yang dulu penuh mahkota
Kini redup dan bertabur luka
Dengan tiada keagungan baginya
Diantara lautan pasir dia bersimpuh
Terdiam tanpa ada yang mau mengusik
Hanya tetes embun yang mampu hadir
Seiring kesunyian menyelimuti jiwa
Coba dia tinggalkan jubahnya
Terkubur bersama keagungannya
Rantauan hati penuh derita
Sunyi....
Hanya embun suci dan rangkaian doa
Yang kan bersahabat dengannya
Menatap sayu angkuhnya nisan
Bertuliskan selamat tinggal, keagungan
Jubah kebesaran yang dulu penuh mahkota
Kini redup dan bertabur luka
Dengan tiada keagungan baginya
Diantara lautan pasir dia bersimpuh
Terdiam tanpa ada yang mau mengusik
Hanya tetes embun yang mampu hadir
Seiring kesunyian menyelimuti jiwa
Coba dia tinggalkan jubahnya
Terkubur bersama keagungannya
Rantauan hati penuh derita
Sunyi....
Hanya embun suci dan rangkaian doa
Yang kan bersahabat dengannya
Menatap sayu angkuhnya nisan
Bertuliskan selamat tinggal, keagungan
Adakah Cinta
Orang nggak bermakna merasa punya cinta
Orang nggak berguna berharap punya cinta
Orang yang terbuang ingin punya cinta
Tapi adakah cinta itu baginya?
Bahagia saat kurasa mereka mencintaiku
Tapi apakah benar mereka mencintaiku?
Atau hanya perasaanku saja
Mungkinkah ada yang mencintaiku?
Tak dapatkah mereka mencintaiku?
Tak bisakah aku diterima apa adanya?
Walau setitik kecil air dari hujan
Tapi tahukah mereka jika aku butuh cinta?
Cinta
Yang ingatkan bahwa aku manusia
Yang sadarkan aku ciptaanNya
Yang buatku mencintainya
Tapi siapakah yang kan mencintaiku?
Orang nggak berguna berharap punya cinta
Orang yang terbuang ingin punya cinta
Tapi adakah cinta itu baginya?
Bahagia saat kurasa mereka mencintaiku
Tapi apakah benar mereka mencintaiku?
Atau hanya perasaanku saja
Mungkinkah ada yang mencintaiku?
Tak dapatkah mereka mencintaiku?
Tak bisakah aku diterima apa adanya?
Walau setitik kecil air dari hujan
Tapi tahukah mereka jika aku butuh cinta?
Cinta
Yang ingatkan bahwa aku manusia
Yang sadarkan aku ciptaanNya
Yang buatku mencintainya
Tapi siapakah yang kan mencintaiku?
Rabu, 27 November 2013
Langganan:
Komentar (Atom)


